Partisipasi Dini dalam Tatanan Roda Pemerintahan

Gerakan reformasi merupakan pengaruh yang dahsyat dalam membentuk kesadaran rakyat untuk lebih peduli terhadap integrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu tuntutan yang sering disuarakan dan menjadi perhatian di era reformasi sampai sekarang ini adalah peran serta atau partisipasi masyarakat secara aktif dan nyata dalam menentukan kebijakan yang menyangkut kelangsungan hidup masyarakat itu sendiri.

Salah satu ciri  masyarakat yang sedang berkembang ialah adanya kesadaran berbangsa dan bernegara yang lebih tinggi dan semakin meningkat. Indikator yang dapat dilihat dari kesadaran tersebut adalah partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan atau pemerintah. Pembangunan sebagai proses peningkatan kemampuan manusia untuk menentukan masa depannya mengandung arti bahwa masyarakat perlu dilibatkan dalam proses tersebut.

Dewan perwakilan rakyat atau DPR (parlemen) yang merupakan hakekat dan eksistensi dari lembaga legislatif  Indonesia merupakan pencerminan dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat. Keberadaan lembaga perwakilan rakyat mengandung maksud bahwa rakyat diharapkan ikut berperan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah melalui para wakilnya yang berada di DPR.

Dalam sistem pemerintahan di Indonesia yang berbasis demokrasi, setiap rakyat Indonesia memiliki hak untuk mengajukan berbagai aspirasi dan mengemukakan apa yang menjadi pemikirannya dalam rangka membantu pembangunan dalam negeri. Apa yang diajukan oleh tiap-tiap masyarakat melalui dewan perwakilan akan menjadi pertimbangan dalam pembuatan dan pengesahan Undang Undang Negara Indonesia. Indonesia memiliki pedoman dan acuan yang merupakan cerminan kesepakatan rakyat yang menempatkan nilai-nilai kemasyarakatan sebagai elemen penting dalam proses pembangunan bangsa.

Dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat maka kewajiban DPR adalah memperhatikan dan memajukan tingkat kehidupan rakyat dengan berbekal pada program pembangunan pemerintah. Dalam hal ini perjuangan untuk menampung aspirasi dan partisipasi rakyat sudah menjadi target untuk kepentingan program pembangunan pemerintah.

Seorang DPR harus tahu apa saja yang menjadi masalah dan harus diatasi pada masyarakatnya, sehingga peraturan perundang-undangan yang dibuat disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan masyarakat dan tetap berwawasan nusantara. Dengan begitu peran peraturan perundang-undangan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa bukan lagi menjadi mitos, tetapi terjadi dalam realitas dan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Dalam mengembangkan budaya demokrasi di kehidupan berbangsa dan bernegara, harus ada pihak yang mengawasi jalannya demokrasi tersebut. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, DPR memiliki fungsi kontrol atau pengawasan terhadap suatu kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah. DPR sebagai lembaga legislatif yang dianggap sebagai representasi masyarakat mempunyai tugas untuk mengawasi jalannya pemerintahan yang dilaksanakan oleh eksekutif agar suatu kebijakan atau keputusan tidak mengacu pada kepentingan seseorang atau sekelompok orang melainkan untuk kesejahteraan bersama.

Masa depan negeri ini berada di tangan pemuda. Pemuda hari ini adalah pemimpin di hari esok. Peran pemuda saat ini berperan sebagai nadi negeri ini, maka dibutuhkan nadi yang bekerja secara optimal tanpa memikirkan keuntungan diri sendiri tetapi memikirkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai seorang yang diberikan amanah, suatu saat nanti tentunya saya akan ikut memegang estafet pemerintahan di negeri ini. Sudah seharusnya saya mementingkan kepentingan bangsa dan negara, khususnya masyarakat, seperti yang tertera dalam sila ketiga Pancasila yang telah menjadi ideologi dan pandangan hidup negara, yaitu “Persatuan Indonesia” yang maksudnya lebih mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan kelompok, terlebih pribadi, dan sangat dilarang untuk berkhianat terhadap bangsa sendiri.

Tonggak kemajuan negeri berada di tangan pemuda saat ini, bagaimanapun jiwa dan watak yang terbentuk dari seorang pemuda masa kini, itulah yang akan menentukan akan ke arah mana negeri ini berputar. Para pemegang pemerintahan yang berada di kursi tertinggi negeri, nantinya akan digantikan oleh generasi yang saat ini sedang melangkah untuk semakin berbenah menyiapkan dirinya menjadi penentu masa depan negeri. Bukan hanya presiden, tetapi juga wakil presiden, menteri-menteri yang berderet dalam roda pemerintahan, juga DPR sebagai  perwakilan rakyat.

Menjadi seorang anggota perwakilan rakyat memang tidaklah mudah. Tidak ada yang dapat menutup kemungkinan siapa yang nantinya akan berada di sana menggantikan posisi yang dinilai sangat tinggi di negeri ini. Jika di masa depan nanti saya diberi kesempatan menjadi seorang yang dapat merasakan kursi anggota DPR, saya akan membuat suatu program yang akan saya canangkan khususnya kepada diri saya sendiri sebagai seorang yang sudah seharusnya bertanggung jawab kepada masyarakat luas, dan umumnya untuk rekan Dewan guna dapat memotivasi atau menginspirasi mereka. Di sela kesibukan dan rutinitas saya sebagai anggota DPR, saya ingin mengunjungi daerah asal secara tidak terjadwal namun minimal satu kali dalam sebulan untuk mengontrol daerah yang telah memilih saya untuk mendiskusikan permasalahan yang ada dimana saya memposisikan diri saya sebagai rakyat bukan sebagai Dewan agar lebih mudah mendengar aspirasi serta keluhan rakyat.

Proses pendengaran aspirasi secara langsung yang seperti itu saya pikir lebih efektif jika dibandingkan dengan hanya duduk di kursi dan menunggu permasalahan datang yang pastinya permasalahan itu datang dari mulut ke mulut yang berpotensi untuk mengubah bentuk infomasi dari permasalahan yang sebenarnya terjadi, bukan karena saya ragu akan staff yang bertanggung jawab akan hal itu, karena sama hal nya seorang karyawan perusahaan yang ingin menyampaikan sesuatu kepada direkturnya pasti ada saja hal yang sulit untuk dikatakan hingga akhirnya tidak tersampaikan, beda halnya jika ia menyampaikan permasalahannya kepada teman kerjanya pasti ia akan menyampaikannya secara terbuka karena tidak terbebani oleh pangkat dan jabatan.

Seandainya saya menjadi seorang DPR, saya akan menjiwai benar apa makna sebenarnya tugas yang semestinya dilakukan oleh seorang perwakilan rakyat. Wakil rakyat bukan hanya bertugas untuk sekadar mewakili rakyat dan menikmati segala fasilitas yang telah diberikan. Sedangkan rakyat sebagai subjek yang diwakilinya tidak merasakan hidup mewah selayaknya yang harusnya mereka dapatkan. Jika yang tumbuh di masyarakat adalah anggapan cukup perwakilan saja lah yang hidup mewah, maka hal tersebut jauh dari yang disebut mewakili rakyat.

Seperti dalam berita-berita yang sering disiarkan oleh surat kabar maupun televisi nasional, tersebar kabar yang kebenarannya belum bisa dipastikan, dimana saat ini para wakil rakyat yang duduk di kursi parlemen kurang mendengar aspirasi, dan yang sering sekali disebutkan adalah kesan menghamburkan uang yang telah diamanatkan rakyat untuk negeri. Walaupun belum bisa dipastikan, suatu saat nanti jika saya menjadi bagian dari parlemen saya ingin mengajak kepada rekan– rekan dewan untuk hidup secukupnya. Kabar yang saat ini cepat sekali melesat di masyarakat dari gedung DPR kebanyakan hanyalah hal negatif, seperti gedung yang mewah yang tentunya menimbulkan terjadinya pemborosan dalam bidang listrik dan sarana prasarana. Dalam hal ini menimbulkan reaksi- reaksi negatif dari perspektif masyarakat sendiri dan akan semakin mengurangi kepercayaan rakyat terhadap wakil-wakil yang telah ditunjuknya.

Pemahaman rakyat tentang DPR seperti diputar balikkan. Di sana-sini mengecam tindakan-tindakan DPR yang terlihat terlalu mengabaikan rakyat, bahkan telah kita dengar guyonan lagu yang menguak sisi negatif DPR. Sedangkan tugas dipegang seorang anggota DPR merupakan amanah yang berat dan besar tanggung jawabnya. Dengan begini, siapa lagi nantinya yang akan dipercaya rakyat untuk mengemban amanah membawa aspirasi mereka ke gedung megah di pusat kota.

Sulit rasanya mengembalikan apa yang telah terjadi. Hal yang  dapat diatasi untuk saat ini hanyalah melakukan tugas semaksimal mungkin. Kepercayaan memang sulit dibeli, tetapi selagi masih bisa berjuang untuk memperbaiki maka tidak ada salahnya. Maka jika saya berada di kursi DPR dengan segala kepercayaan rakyat yang mulai meluncur bahkan mulai memunah, saya ingin melakukan tindakan yang sedikit demi sedikit akan mengundang kepercayaan rakyat.

Tahap awal misalnya, uang yang gemparnya diberitakan terbuang dan terhamburkan dapat dialokasikan untuk pendidikan, khususnya di wilayah timur indonesia. Masyarakat di belahan timur Indonesia cukup mendapat perhatian dari masyarakat karena kondisinya yang memprihatinkan. Bukan hanya dibidang pendidikan, namun juga pangan, dan masih banyak lagi yang mungkin biasa kita dengar di surat kabar. Dengan pembangunan sarana pendidikan ini diharapkan mereka dapat menikmati bagaimana rasanya duduk di bangku sekolahan untuk menuntut ilmu. Dengan begitu, mereka tidak akan dipandang rendah dalam hal pendidikan dan nantinya akan meningkatkan sumber daya manusia di daerah yang hingga saat ini masih disebut daerah tertinggal, maka hal ini pun akan berimbas pada nama Indonesia di mata dunia.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan nantinya akan di bentuk badan khusus untuk meningkatkan pendidikan di daerah-daerah pelosok yang masih tertinggal dari modernisasi agar mendapatkan pendidikan yang merata dari segala aspek. Kurang terapresiasikannya karya anak bangsa juga menjadi salah satu faktor penyebab kurang berkembangnya pengetahuan, kreatifitas, dan karya-karya anak bangsa yang mucul di mata dunia. Kurangnya rasa menghargai kreatifitas putra-putri bangsa Indonesia akibat kelalaian kita sendiri, terkadang berakibat fatal.

Banyak sekali karya-karya yang merupakan buah karya dan kerajinan negeri ini terbuang sia-sia, bahkan terjual ke belahan dunia lain dan Indonesia terlalu terlambat untuk mengklaim karyanya yang sudah dimiliki bangsa lain. Maka sangat dibutuhkan wadah untuk senantiasa menyalurkan hasil karya rakyat dari segala usia, dalam hal ini khususnya anak-anak yang dalam masa perkembangannya membutuhkan banyak bimbingan untuk melangkah dan menentukan masa depannya.

Dengan demikian, sudah saatnya seluruh wakil rakyat harus mengerjakan tugas mereka sebagaimana mestinya, pendekatan kepada masyarakat harus lebih ditekankan sehingga tercipta hubungan yang baik antara rakyat dan para wakilnya, yang akhirnya akan membentuk suatu kemajuan serta kesejahteraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan dapat memajukan bangsa Indonesia dalam berbagai segi kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. 2006. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo
  2. Ihsan, Fuad. 2008. Dasar-dasar Kependidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta
  3. Prasetya, Tri. 2000. Filsafat Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia

 

Iklan